Hal Nyeleneh dan Merugikan yang Benar-Benar Terjadi Dalam Kehidupan

Media sosial khususnya Twitter sering kali dihebohkan oleh fenomena-fenomena aneh dan unik, salah satunya adalah kasus fetish. Tak hanya sekali, kasus ini beberapa kali naik dan bertengger di daftar trending Twitter. Beberapa waktu yang lalu, kasus fetish kembali muncul dengan topik yang semakin nyeleneh, tetapi benar-benar terjadi di kehidupan kita ini.

Fetish sendiri merupakan kondisi di mana seseorang memiliki ketertarikan secara seksual terhadap bagian tubuh tertentu, benda-benda mati, tindakan atau objek lain yang tidak lazim dipandang sebagai sesuatu yang bersifat seksual. Fetish dianggap tidak normal dan menyimpang apabila hal tersebut sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, sulit untuk ditahan, hingga merugikan atau menyakiti orang lain.

Kasus Kain Jarik

Pembahasan tentang fetish mulai ramai diperbincangkan sejak sebuah utas berjudul “Predator ‘Fetish Kain Jarik’ Berkedok Riset Akademik dari Mahasiswa PTN di SBY’ viral di Twitter pada Juli tahun 2020 lalu. Dalam utas tersebut, seorang korban membongkar aksi tak senonoh pelaku yang merupakan seorang mahasiswa. Pelaku menggunakan alasan penelitian akademik untuk memuaskan fetishnya, yakni membungkus korban dengan kain jarik layaknya mayat.

Korban mengaku menuruti kemauan pelaku untuk dijadikan objek penelitian karena merasa kasihan. Namun, lama-kelamaan pelaku mulai melontarkan kata-kata berbau pelecehan kepada korban dan membuat korban tidak nyaman. Yang lebih mencengangkan adalah ternyata pelaku sudah sering melakukan aksinya itu, terbukti dengan banyaknya orang yang membalas utas tersebut dan mengaku pernah menjadi korban.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihak kampus pun mengeluarkan beberapa pernyataan yang di antaranya adalah mengeluarkan pelaku dari kampus. Tak hanya sampai di situ, kini pelaku juga dijerat hukum pidana penjara karena terbukti melakukan kekerasan dan tindakan cabul.

Kasus Serbet Dapur

            Tak kalah aneh, selanjutnya ada kasus fetish serbet dapur yang sempat viral di Twitter pada Oktober 2020 lalu. Kasus bermula ketika korban mendapat DM (Direct Message) mencurigakan di Instagram yang menawarkan endorse serbet dapur. Setelah ditelusuri ternyata akun tersebut banyak mengunggah foto kepala seseorang yang tengah di bungkus menggunakan kain serbet dan hanya menyisakan mata dan mulut saja.

            Setelah utas korban menjadi viral, akun tersebut perlahan-lahan menghapus unggahannya bahkan saat ini akun tersebut sudah tidak ada lagi.

Kasus Guling dan Bantal Kapuk

            Berbeda dari kasus sebelumnya di mana aksi pelaku dibongkar oleh korban, baru-baru ini, tepatnya pada Juli 2021 beredar sebuah unggahan seseorang yang mengaku sering mencuri bantal dan guling kapuk berwarna pink karena merasa terangsang jika melihatnya. Kasus ini mulai viral ketika salah satu akun Twitter membagikan tangkapan layar unggahan Facebook pelaku.

            Pelaku mengaku telah memiliki ketertarikan terhadap benda mati tersebut sejak berumur 7 tahun. Dalam unggahannya ia bercerita bahwa dia memiliki target mencuri 12 bantal dalam setahun, namun di bulan ke-4 targetnya itu sudah terpenuhi. Sontak unggahan tersebut memancing banyak komentar dari netizen yang merasa mulai resah dengan tindakan aneh orang-orang untuk memuaskan nafsunya.

Kasus Mata Diperban

            Kasus lain kembali terungkap lewat cuitan Twitter seseorang yang mengaku hampir menjadi korban fetish mata diperban. Berawal ketika ia mengunggah foto matanya yang sedang diperban, tak lama ia mendapat pesan  dari seseorang tak dikenal yang menanyakan kenapa matanya diperban hingga meminta foto korban. Korban yang merasa curiga langsung mencari tahu profil pelaku. Benar saja ada hal-hal tak senonoh yang diposting di akun tersebut. Ia pun menemukan foto-foto orang dengan perban di matanya, yang tidak lain merupakan korban lain fetish ini.

            Sebagai pengguna media sosial, tentunya kita harus memperhatikan apa yang kita unggah. Jangan sampai unggahan tersebut digunakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk hal-hal yang merugikan. Kita pun harus berhati-hati jika menemukan akun-akun mencurigakan yang meminta kita melakukan sesuatu.

Penulis : Annisa Sucinurani

Editor  : Azzahra Firdaus

Desainer

Jangan lupa baca artikel lainnya disini

Follow juga sosial media Sibiru

Leave a Reply

Your email address will not be published.